Best Practice Guide untuk menjalankan JAVA di atas VMware vSphere

vSphere saat ini sudah sangat bisa diandalkan untuk dapat menjalankan berbagai macam Business Critical Applications, dari berbagai macam programming language seperti Java, .NET, dan lain-lain. Database system dengan load yang tinggi seperti Billing, Analytics, dan lain-lain juga dapat didukung dengan sangat baik di vSphere baik menggunakan Oracle Database, SQL Server, dan lain-lain. Selain dapat memberikan performance yang baik, benefits terbesarnya yaitu mekanisme High Availability, dan mekanisme Operational serta Management yang lebih advanced untuk monitor kesehatan dari aplikasi ini. Best practice guide khusus untuk Java ada beberapa hal yang perlu diperhatikan secara umum, diantaranya adalah penggunaan memory pada Java Virtual Machine.

  • Sizing ukuran dari Memory yang ada di Virtual Machine untuk mencukupi konfigurasi dari Java Heap, dan memory yang dibuhkan oleh code dari JVM, serta beberapa memory lain yang sedan diproses oleh Guest Operating System tersebut.
  • Set  ukuran dari Memory Reservation di Virtual Machine tersebut sebesar memory yang dibutuhkan sesuai perhitungan diatas, atau set keseluruhan reservation dari size virtual machine tersebut (selama melebihi dari point diatas tadi). Ini disebabkan jika terjadi memory swapping, maka performance JVM heap akan turun terutama pada proses Garbage Collection.
  • Tentukan jumlah yang optimal dari virtual CPU pada virtual machine tersebut  dengan melakukan pengetesan dengan beberapa konfigurasi vCPU menggunakan load yang sama.
  • Jika menggunakan beberapa threads dalam proses Garbage Collector di JVM, maka pastikan bahwa jumlah thread tersebut adalah sejumlah besaran virtual CPU yang dikonfigurasikan di virtual machine.
  • Untuk mempermudah monitoring dan maintenance, sebaiknya gunakan satu buah JVM process per- virtual machine.
  • Selalu nyalakan Balloon Driver, karena jika terjadi overcommitment maka virtual machine dapat mengatur memory-nya dengan mekanisme ini.

Secara summary, tuntunan best practice guide ini dapat didownload dari link ini:

PS:
– Pada posting saya sebelumnya, saya sempat mengulas mengenai Best Practice untuk menjalankan Oracle Database diatas vSphere. >> http://bicarait.com/?s=oracle+database

Penjelasan mengenai my Computer Home Lab Facility untuk explore VMware Technology

Pada posting kali ini, saya ingin menampilkan home lab yang saya miliki untuk mengeksplorasi fitur2 VMware yang sangat banyak. Memiliki home lab yang “mumpuni” adalah penting bagi saya yang saat ini hidup dari dunia IT, lebih spesifiknya yaitu “IT Cloud” 😉

Ada tiga opsi yang saat  ini saya miliki untuk membuat Home Lab. Opsi pertama, yaitu menggunakan:
1). Public Cloud yang disediakan secara free oleh my company buat para employee-nya around the world. Cool!!!
2). Personal Home Lab yang disediakan oleh “kebaikan hati” istri saya yang mengijinkan saya untuk membeli ini
3). Portable Laptop yang disediakan kantor sebagai fasilitas resmi buat kerja dengan spesifikasi yang gahar! (beratnya juga gahar!!!)

Public cloud yang saya gunakan, tidak akan saya jelaskan lebih detail di posting ini. Tapi intinya fitur ini menggunakan produk dari VMware, yaitu VMware vCloud Director. Even though ada public cloud, tetapi personal home lab tetap saya gunakan karena koneksi internet di Indonesia (read, my home) is not stable enough untuk 100% relying on public cloud.

Berikut ini adalah deskripsi my home lab yang saya gunakan untuk “ngoprek” beberapa teknologi dari VMware, Oracle, Microsoft, RedHat, Quest, open source stuffs, dan beberapa produk lainnya yang menunjang hasrat hands-on-experience saya.

1. My Home Lab (PC Rakitan, baca: ngerakit berdua di toko komputer bareng kokoh mangga dua – what a memorable experience)

These are the Spec :
Category Description Comment
Merk Rakitan piece by piece hasil browsing yang cukup lama per-komponen
Processor Intel Core i7 3770K Ivy Bridge 4 Core @2 Thread 3,8 GHz Yeahhh!!!!
Memory V-Gen DDR3 16 GB Not enough right now, need 32 GB
Disk SATA III Seagate 2 TB Not enough right now, need SSD
VGA Card Digital Alliance NVidia GeForce 2 GB 128 Bit This is Spartaaaa!!!
Motherboard Gigabyte LGA 1155 OK
DVD Samsung DVD Writer OK
Webcam + Mic Logitech C120 buat video Skype-an sama keluarga
Casing Simbadda Simcool OK
Keyboard + Mouse Logitech MK200 + Dell mouse OK
Monitor LG LED 22″ Full HD + TV buat nonton Indovision kalau rebutan TV di luar
Wireless Router TP-LINK buat create wireless network di rumah
Internet Modem ProLink HSPA just in case kalau wifi internet mati, so move to 3G
Game Joystick 🙂 Wireless Havit I am a Pro Evolution Soccer (PES) Champion! 😉
2. My Portable Lab (Office Laptop, aka si GIANT)
Category Description Comment
Merk Dell Precission M4800 Making Michael Dell richer
Processor Intel® Core™ i7-4900 MQ CPU @ 2.80 GHz Super Nice, isn’t it?
Memory 32 GB Super Duper Nice, isn’t it?
Disk Full SSD 500 GB I am okay with it 🙂
VGA Card Nvidia Quadro K2100M 4 GB 128 Bit Sayang gak boleh install game di komputer kerja 😉
OS Microsoft Windows 7 Enterprise SP1 Biasanya lebih banyak buka VMware Workstation
DVD Built in OK
Webcam + Mic Built in Skype
Physical Mobile Laptop wih weight of 3.2 Kg bisa buat punggung jadi sakit kalau backpack
Monitor 15.6in panel super crisp, at 3,200 x 1,800 very clear and bright display
Wanna Upgrade my Home Lab!
Beberapa hari ini saya lagi “ngiler” dengan home-lab one of my best friend teman seperjuangan di VMware “Bayu Wibowo” yang baru saja purchase home lab-nya (kemarin baru datang) yang aduhai spec-nya dan yang penting murah biaya opex-nya (read, electricity consumption). Saatnya bikin proposal ke istri nih, kalau perlu pakai hitung2an TCO and ROI yang dipresentasikan secara formal 😀

Berikut ini adalah spec hardware yang dimiliki beliau:

3 buah SlimPC Shuttle DS81 (http://global.shuttle.com/news/productsDetail?productId=1767), dengan spesifikasi untuk tiap node sebagai berikut: –price list +/- Rp 8jt for each

Processor Intel® Core™ i3-4160 Processor 3.60 GHz
Hitachi 1TB SATA3 16MB 7200RPM
Plextor PCIe SSD M6M 128GB
Kingston SO-DIMM DDR3 16GB PC12800

atau sebenarnya bisa juga dengan pilihan menggunakan Intel-NUC (http://www.intel.com/content/www/us/en/nuc/overview.html) yang lebih “cantik” bentuknya (tapi agak lebih mahal).:

Finally…, Mamiii ada yang mau Papi omongin sebentar 🙂

 

Kind Regards,
Doddi Priyambodo