#FlashNews: “Cisco Revenues Fall”

Source: http://searchnetworking.techtarget.com/news/450424714/Cisco-revenues-fall-likely-to-go-lower

Here are some interesting notes from the article above:

Enterprise adoption of ACI, which Cisco started shipping in 2014, has been slow, according to analysts. In February, Gartner reported that only 30% of companies buying Nexus 9000 switches were also using ACI.

Forrester has found that many businesses are choosing VMware’s competing NSX because it requires fewer architectural changes within the data center. “Cisco ACI is an all-or-nothing proposition,” Kindness said.

Now, it is time for Cloud Era and Software Defined Network by leveraging commodity white label hardware.

Troubleshooting slow performance on application di atas VMware virtualization

Setelah kita masuk ke dunia IT operation, akan banyak hal-hal operasional yang membutuhkan troubleshooting. Biasanya disebabkan karena slow performance dari sebuah aplikasi. Jika ini terjadi di virtualization environment, maka kita perlu memastikan bahwa infrastructure yang ditangani mampu memberikan jaminan SLA yang sudah kita sepakati sebelumnya.

Berikut ini adalah beberapa key area yang perlu diperhatikan untuk melakukan troubleshooting sebuah VM, secara high level:
1. Ensure bahwa ini bukan dari sisi aplikasi by working together juga dgn tim apps – logic of apps, memory leak, efficient I/O commands, etc.
2. Coba pastikan di sisi infra dari VM dan infra di belakangnya (compute, storage, network)

Berikut ini adalah hal yang bisa kita lakukan pada saat troubleshooting:

1. Cek kesehatan dari Virtual Machines

Capacity Issues (Example) Non Capacity Issues (Example)
•CPU Demand > 90%

•CPU Run Queue > 3 per vCPU

•CPU Swap Wait high, CPU IO Wait high

•RAM Free < 250 MB

•RAM Committed > 70%

•Page-In Rate is high

•Disk Queue Length > ___

•Disk IOPS or Throughput or OIO is high

•Low disk space

•Network Usage is high

•Wrong driver (storage driver, network driver) or its settings

•Too many snapshots or large snapshots

•Tools not running

•VM vCPU Usage unbalanced

•App configured wrongly, not-indexed

•Memory Leak

•Network Latency is high or TCP retransmit

•VM too big, process ping-pong, high context switch

•NUMA effect

•Guest OS power setting

2. Cek kesehatan dari Infrastructure layer

 Infra is unable to Cope (Example) Other Issues (Example)
•ESXi CPU insufficient: Demand > 90%, VM CPU Co-Stop >1%, CPU Ready >5%, no of cores to small for VM

•ESXi RAM insufficient: VM Balloon active, VM RAM Swap-in is high, NUMA migration

•ESXi Disk IOPS or Throughput is high

•ESXi vmkernel queue or latency is high

•Datastore latency is high

•ESXi vmnic usage is high

•VM was vMotion

•ESXi vmnic dropped packets or generate errors

•ESXi wrong configuration: power management, multi-pathing, driver version, queue depth setting

•Hardware fault: disk soft error, bad sector, RAM error,

Next question adalah how to check those parameters as fast you can, and as easy as you can to do the troubleshooting and solve the issues that you are facing right now. Well, jawaban yang paling cepat adalah dengan merujuk pada alat  bantu yang saya bahas di posting saya sebelumnya, yaitu dengan menggunakan VMware vRealize Operations Manager.

 

Kind Regards,
Doddi Priyambodo

 

Launching of VMware vROps 6.6 dengan enhancement yang significant for troubleshooting and monitoring

FYI, for latest info about VMware, regarding vRealize Operations Manager tool yang baru launch last month version 6.6. Improvement-nya sangat bagus sekali, user interface berubah karena menggunakan framework Clarity HTML5 yang baru (open source by VMware).
 
By default, banyak sekali dashboard yang bisa digunakan untuk monitoring – yang sebelumnya perlu dibuat dengan custom dashboard. Terutama bisa digunakan oleh tim operational untuk performance troubleshooting dan capacity management.
 
Overview bisa dilihat disini: 
vRealize operations 6.6 getting started dashboard vrealize operations 6.6 hardening and compliance
Atau complete video untuk live action bisa dilihat disini: https://www.youtube.com/channel/UCKON30YeSGIeqsueMYgEa9A/videos

 

Beberapa contoh fungsionalitas yg menarik adalah: (saya ambil beberapa saja dari contoh link youtube diatas)
Some screenshots:
Image result for vrops 6.6Image result for vrops 6.6
Saya sangat sarankan untuk dapat melakukan upgrade version tersebut sehingga troubleshooting dan monitoring akan jauh lebih mudah.
 
 
Kind Regards,
Doddi Priyambodo
 

Dokumen Terbaik untuk menjelaskan mengenai VMware NSX Design Guidelines

Berikut ini adalah dua buah dokument resmi dari VMware yang sangat detail, dapat menjelaskan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan untuk men-design solusi NSX:

Dapat di download resmi dari website VMware:

Jika anda ingin do NSX Hands-On, dan secara live ingin mengetahui Step by Step penggunaan-nya, maka bisa dibaca dari sini: http://docs.hol.vmware.com/catalog/  (search for “NSX”)

Hope it is useful.

 

Kind Regards,
Doddi Priyambodo

Best Practice Guide untuk menjalankan JAVA di atas VMware vSphere

vSphere saat ini sudah sangat bisa diandalkan untuk dapat menjalankan berbagai macam Business Critical Applications, dari berbagai macam programming language seperti Java, .NET, dan lain-lain. Database system dengan load yang tinggi seperti Billing, Analytics, dan lain-lain juga dapat didukung dengan sangat baik di vSphere baik menggunakan Oracle Database, SQL Server, dan lain-lain. Selain dapat memberikan performance yang baik, benefits terbesarnya yaitu mekanisme High Availability, dan mekanisme Operational serta Management yang lebih advanced untuk monitor kesehatan dari aplikasi ini. Best practice guide khusus untuk Java ada beberapa hal yang perlu diperhatikan secara umum, diantaranya adalah penggunaan memory pada Java Virtual Machine.

  • Sizing ukuran dari Memory yang ada di Virtual Machine untuk mencukupi konfigurasi dari Java Heap, dan memory yang dibuhkan oleh code dari JVM, serta beberapa memory lain yang sedan diproses oleh Guest Operating System tersebut.
  • Set  ukuran dari Memory Reservation di Virtual Machine tersebut sebesar memory yang dibutuhkan sesuai perhitungan diatas, atau set keseluruhan reservation dari size virtual machine tersebut (selama melebihi dari point diatas tadi). Ini disebabkan jika terjadi memory swapping, maka performance JVM heap akan turun terutama pada proses Garbage Collection.
  • Tentukan jumlah yang optimal dari virtual CPU pada virtual machine tersebut  dengan melakukan pengetesan dengan beberapa konfigurasi vCPU menggunakan load yang sama.
  • Jika menggunakan beberapa threads dalam proses Garbage Collector di JVM, maka pastikan bahwa jumlah thread tersebut adalah sejumlah besaran virtual CPU yang dikonfigurasikan di virtual machine.
  • Untuk mempermudah monitoring dan maintenance, sebaiknya gunakan satu buah JVM process per- virtual machine.
  • Selalu nyalakan Balloon Driver, karena jika terjadi overcommitment maka virtual machine dapat mengatur memory-nya dengan mekanisme ini.

Secara summary, tuntunan best practice guide ini dapat didownload dari link ini:

PS:
– Pada posting saya sebelumnya, saya sempat mengulas mengenai Best Practice untuk menjalankan Oracle Database diatas vSphere. >> http://bicarait.com/?s=oracle+database

Tutorial Instalasi Server DNS, NTP, NFS, iSCSI, VMware vSphere 6.5 (ESXi dan vCenter) di VMware Fusion for Mac atau VMware Workstation for Windows/Linux untuk Virtualization Home Lab.

Melanjutkan posting sebelumnya, kali ini saya akan menulis dalam bahasa Indonesia. Karena saya rasa sudah banyak yang menulis artikel seperti ini dalam bahasa Inggris, tapi jarang dalam bahasa Indonesia. Merayakan launching terbaru dari vSphere 6.5, maka kali ini saya akan melakukan instalasi dan konfigurasi dari komponen tersebut di VMware Fusion MacBook Pro milik saya. Tulisan ini sebenarnya untuk melengkapi tulisan dari posting2 saya sebelumnya mengenai fasilitas Home Lab yang saya miliki untuk bereksplorasi mengenai VMware teknologi yang saya miliki:

Let’s go straight to the point. Berikut ini adalah langkah2nya untuk menyiapkan VMware Home Lab di laptop MacBook Pro menggunakan Nested Virtualization dengan VMware Fusion untuk teknologi virtualisasinya. (bisa juga digunakan untuk melakukan instalasi di VMware Workstation pada Windows OS atau Linux OS, atau bahkan juga kalau mau di-install diatas vSphere ESXi).

  1. Siapkan DNS Server, NTP Server (saya menggunakan CentOS)
  2. Siapkan LDAP Server atau Active Directory (saya menggunakan OpenLDAP) – optional
  3. Siapkan centralized storage server (saya menggunakan NFS dan iSCSI dari OpenFiler)
  4. Instalasi ESXi 6.5 – yuk kita langsung rasakan fitur2 terbarunya!
  5. Install and Configure vCenter 6.5 dengan embedded PSC (saya akan melakukan instalasi di Fusion, bukan di ESXi)
  6. (other post) Instalasi dan Konfigurasi vSphere Integrated Container 1.0 & Harbor – I already did this earlier, please read my previous post in [here]
  7. (other post) Instalasi dan Konfigurasi vRealize Operations 6.4
  8. (other post) Instalasi dan Konfigurasi Log Insight 4.0
  9. (other post) Instalasi dan Konfigurasi vRealize Automation 7.2
  10. (other post) Instalasi dan Konfigurasi NSX and vRealize Network Insight! – currently not supported for vSphere version 6.5
  11. (other post) Install and Configure vCloud Director for SP 8.10 and vSphere Integrated Openstack 3 – currently not supported for vSphere version 6.5

Berikut ini adalah CPU and Memory Dimensioning, IP address & Credentials yang akan digunakan: (mohon diingat bahwa dimensioning ini tanya saya gunakan di home-lab, jika ingin di-deploy di production maka lakukan dimensioning cpu, memory, dan storage dengan lebih proper)

screen-shot-2016-12-31-at-02-28-47

Okay, let’s do this tutorial step by step.

1. Instalasi dan Konfigurasi DNS Server, NTP Server, dan OpenLDAP

Kali ini kita akan melakukan tutorial  langkah demi langkah untuk membuat DNS server menggunakan paket BIND di CentOS 7, lalu dilanjutkan menggunakan NTP Daemon untuk NTP server. CentOS 7 yang saya gunakan adalah versi linux dengan paket yang minimalist, karena hanya digunakan sebagai server pendukung saja yaitu untuk DNS dan NTP. Karena vSphere dan komponen VMware lainnya seperti NSX sangat bergantung pada service DNS dan NTP, serta Active Directory (OpenLDAP) as an optional requirement. Ikuti langkahnya sebagai berikut.

Download dan Deploy latest version of CentOS minimal package (636 MB, CentOS-7-x86_64-Minimal-1503-01.iso)

Install BIND as DNS server

Check the hostname configuration in your DNS machine

# hostnamectl status
# hostnamectl set-hostname domain01.lab.bicarait.com

Update the repository in your linux OS lalu install paket BIND

# yum update -y
# yum install bind

Buka dengan  editor, and change the configuration file

# vim /etc/named.conf
options {
listen-on port 53 { any; };
directory “/var/named”;
dump-file “/var/named/data/cache_dump.db”;
statistics-file “/var/named/data/named_stats.txt”;
memstatistics-file “/var/named/data/named_mem_stats.txt”;
allow-query { any; };
recursion yes;
dnssec-enable no;
dnssec-validation no;
}

Tambahkan baris ini di file konfigurasi BIND /etc/named.conf tersebut

zone "lab.bicarait.com" IN {
type master;
file "forward.lab.bicarait";
allow-update { none; };
};

zone "159.16.172.in-addr.arpa" IN {
type master;
file "reverse.lab.bicarait";
allow-update { none; };
};
  • Buat file baru untuk file forward dari konfigurasi DNS kita.
# vim /var/named/forward.lab.bicarait.com
$TTL 604800
@   IN  SOA     domain01.lab.bicarait.com. root.lab.bicarait.com. (
2011071001  ; Serial
3600        ; Refresh
1800        ; Retry
604800      ; Expire
86400       ; Minimum TTL
)
@       IN  NS          domain01.lab.bicarait.com.
@       IN  A           172.16.159.2
domain01        IN      A       172.16.159.2
nas01           IN      A       172.16.159.3
ldap01          IN      A       172.16.159.4
esxi01          IN      A       172.16.159.11
esxi02          IN      A       172.16.159.12
esxi03          IN      A       172.16.159.13
vc01            IN      A       172.16.159.21
vrops01         IN      A       172.16.159.31
vrlog01         IN      A       172.16.159.32
  • Buat file baru untuk file reverse dari konfigurasi DNS kita.
# vim /var/named/reverse.lab.bicarait.com
$TTL 86400
@   IN  SOA     domain01.lab.bicarait.com. root.lab.bicarait.com. (
2011071001  ;Serial
3600        ;Refresh
1800        ;Retry
604800      ;Expire
86400       ;Minimum TTL
)
@       IN      NS      domain01.lab.bicarait.com.
@       IN      PTR     lab.bicarait.com.
domain01        IN      A       172.16.159.2
nas01           IN      A       172.16.159.3
esxi01          IN      A       172.16.159.11
esxi02          IN      A       172.16.159.12
esxi03          IN      A       172.16.159.13
vc01            IN      A       172.16.159.21
vrops01         IN      A       172.16.159.31
vrlog01         IN      A       172.16.159.32
vrni01          IN      A       172.16.159.33
2       IN      PTR     domain01.lab.bicarait.com.
3       IN      PTR     nas01.lab.bicarait.com.
11      IN      PTR     esxi01.lab.bicarait.com.
12      IN      PTR     esxi02.lab.bicarait.com.
13      IN      PTR     esxi03.lab.bicarait.com.
21      IN      PTR     vc01.lab.bicarait.com.
31      IN      PTR     vrops01.lab.bicarait.com.
32      IN      PTR     vrlog01.lab.bicarait.com.
33      IN      PTR     vrni01.lab.bicarait.com.
  • Check to verify the configuration
# named-checkconf /etc/named.conf
# named-checkzone /var/named/forward.lab.bicarait.com
# named-checkzone /var/named/reverse.lab.bicarait.com
  •  Nyalakan service dari DNS BIND
# systemctl enable named
# systemctl start named
# systemctl status named
  •  Ijinkan DNS port 53 in the system
# firewall-cmd --permanent --add-service=dns
# firewall-cmd --permanent --add-port=53/tcp
# firewall-cmd --permanent --add-port=53/udp
# firewall-cmd --reload
  •  Lakukan perubahan untuk permission di file
# chgrp named -R /var/named
# chown -v root:named /etc/named.conf
# restorecon -rv /var/named
# restorecon /etc/named.conf
  •  Check file konfigurasi dari client dengan cara rubah dulu file /etc/resolv.conf dan tambahkan parameter nameserver untuk menuju IP DNS yang baru saja kita konfigurasi diatas. Setelah itu lakukan perintah # dig atau # nslookup.
# nslookup domain01.lab.bicarait.com 172.16.159.2

 

2. Instalasi dan Konfigurasi NTPD as NTP server

  • Install paket NTP daemon
# yum install ntp
  •  Rubah file konfigurasi dari NTP
# vim /etc/ntp.conf
driftfile /var/lib/ntp/drift
restrict 172.16.159.0 mask 255.255.255.0 nomodify notrap
server 1.id.pool.ntp.org iburst
server 3.asia.pool.ntp.org iburst
server 0.asia.pool.ntp.org iburst
includefile /etc/ntp/crypto/pw
keys /etc/ntp/keys
disable monitor
logfile /var/log/ntp.log
  • Jalankan perintah ini untuk setting permission dan automation-nya, serta pengetesan
# firewall-cmd --add-service=ntp --permanent
# firewall-cmd --reload
# systemctl start ntpd
# systemctl enable ntpd
# systemctl status ntpd
# ntpq -p atau # date -R atau # ntpdate namaserver

 

3. Siapkan LDAP Server sebagai Single Sign On database User Directories anda

Lakukan instalasi untuk OpenLDAP, kali ini saya menggunakan TurnKey LDAP. (optional)

  • Download dan Deploy TurnKey LDAP OVA package.
  • Masukkan password untuk root dan openldap user.
  • Masukkan domain dari LDAP = lab.bicarait.com
  • Configure IP address, Gateway, dan DNS

screen-shot-2016-12-29-at-20-23-07

  • Buka https://172.16.159.4/ lalu masukkan user login cn=admin,dc=lab,dc=bicarait,dc=com
  • Tambahkan beberapa user untuk active directory organisasi anda

screen-shot-2016-12-29-at-20-28-09

4. Siapkan NFS Server dan iSCSI Server untuk Shared Storage

Untuk dapat menggunakan features VMware vMotion, DRS, High Availability maka kita perlu memiliki shared storage yang dapat diakses oleh semua ESXi servers. Berikut ini adalah tutorial untuk melakukan instalasi dan konfigurasi NFS dan iSCSI sebagai Shared Storage. Parameter yang saya gunakan disini adalah sesuai dengan environment home lab yang saya miliki.

  • Download dan deploy latest version of Openfiler ke Fusion
  • Setelah selesai, buka https://172.16.159.3:446 login dengan user default yaitu openfiler/password (jika belum diganti)
  • Enable service untuk NFS Server dan iSCSI Target di Openfiler: Menu – Services

screen-shot-2016-12-23-at-16-25-59

  • Ijinkan akses untuk sistem ini dari mana saja: Menu – Systems – Network Access Configuration

screen-shot-2016-12-23-at-16-36-24

  • Tambahkan virtual harddisk di Fusion untuk tempat penyimpanan NFS atau iSCSI.
  • Tambah New Harddisk dari Fusion, tambahkan 1 harddisk untuk NFS dan 1 harddisk untuk iSCSI
  • Di menu Openfiler, masuk ke: Menu – Volumes – Block Devices – click hyperlink dari /dev/sdb dan /dev/sdc

screen-shot-2016-12-23-at-16-58-09

Lanjutkan enable konfigurasi untuk NFS file system:

  • Klik menu volumes-volume group, masukkan nama volume (nfs) lalu centang /dev/sdb1.
    Then klik tombol add volume group.

screen-shot-2016-12-23-at-17-16-39

  • Klik menu add volume, pilih volume nfs. lalu isi deskripsi volume name, size, dan file system.

screen-shot-2016-12-29-at-15-50-39

  • Klik menu shares di atas, lalu klik folder terakhir dan masukkan nama subfolder.

screen-shot-2016-12-29-at-15-51-52

  • Klik folder yang baru dibuat tadi, lalu klik tombol Make Share. Berhubung ini adalah home-lab, kita bisa set public access. Lalu pilih RW untuk host akses buat NFS.

screen-shot-2016-12-29-at-15-56-36

  • Selanjutnya NFS ini dapat diakses dari ESXi. Dengan alamat sebagai berikut:
    IP=172.16.159.3, Folder=/mnt/nfs/vol1/data

Lanjutkan konfigurasi untuk iSCSI file system:

  • Klik menu Volumes-Volume Group. Masukkan nama volume (iscsi) lalu centang /dev/sdc1. Lalu klik tombol add volume group.

screen-shot-2016-12-29-at-16-01-59

  • Pilih menu add volume di menu kanan, lalu pilih combobox iscsi dan klik tombol change. Isi deskripsi volume name, size, dan file system pilih untuk Block version

screen-shot-2016-12-29-at-16-04-59

  • Klik link add iscsi target di menu kanan. hanya ada satu pilihan tersedia, lalu pilih add.

screen-shot-2016-12-29-at-16-06-34

  • Klik menu LUN mapping, lalu klik tombol Map

screen-shot-2016-12-29-at-16-13-53

  • Klik menu Natwork ACL lalu klik tombol Allow untuk mengijinkan akses

screen-shot-2016-12-29-at-16-14-24

  • Selanjutnya konfigurasi iSCSI adapter dari ESXi dari menu Configuration-tab – Storage Adapters – Add. Pilih Target di iSCSI Software Adapter lalu masukkan IP=172.16.159.3 dan default port 3260

 

5. Siapkan vSphere ESXi Server sebagai Nested Virtualization diatas Mac Fusion

  • Cara instalasi ESXi diatas Fusion ini sama persis dengan cara instalasi diatas x86 Servers
  • Siapkan ESXi, saya menggunakan latest version yaitu versi 6.5.
  • Tutorial untuk melakukan instalasi ini ada banyak sekali material yang beredar di internet, silahkan dicari di http://kb.vmware.com
  • Installer-nya silahkan didownload di http://my.vmware.com.

screen-shot-2016-12-29-at-16-52-47

  • Saya akan skip penjelasan untuk tutorial instalasi ini. Langsung akan masuk ke bagian konfigurasi saja dari vCenter. Saya hanya akan masukkan beberapa screenshots saja disini untuk hasil instalasinya.

screen-shot-2016-12-29-at-17-23-06

  • Ada hal baru di versi 6.5 ini, yaitu kita bisa mengakses langsung ESXi tanpa melalui vSphere Client C# desktop supertitles versi sebelumnya. Tapi bisa diakses langsung dari URL web page.

screen-shot-2016-12-31-at-02-43-40

 

6. Siapkan vSphere vCenter Server sebagai Centralized Management 

Kali ini saya akan melakukan instalasi di vCenter di Fusion bukan langsung di ESXi, jika ingin melakukan instalasi di atas ESXi maka lakukan sesuai guidance yang ada di http://kb.vmware.com (silahkan dicari di google, cukup simple kok). Anyway, untuk dapat melakukan instalasi vCenter di Fusion, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan/di tweak secara manual jadi agak sedikit berbeda jika instalasi langsung dilakukan diatas ESXi. Begini step by step-nya:

  • Download dan extract file ISO (VMware-VCSA-all-6.5.0-4602587.iso) dari vCenter 6.5 di MacBook. Silahkan download dari http://my.vmware.com
  • Import file di dalam directory vcsa/ yaitu vmware-vcenter-server-appliance-xxxxx.ova ke Fusion. Tapi jangan klik Finish dulu setelah selesai instalasinya agar Virtual Machine-nya tidak menyala.
  • Rubah file *.vmx di dalam Folder virtual machine hasil deployment tadi. Tambahkan baris ini:
guestinfo.cis.deployment.node.type = "embedded"
guestinfo.cis.vmdir.domain-name = "vsphere.local"
guestinfo.cis.vmdir.site-name = "Default-First-Site"
guestinfo.cis.vmdir.password = "VMware1!"
guestinfo.cis.appliance.net.addr.family = "ipv4"
guestinfo.cis.appliance.net.addr = "172.16.159.21"
guestinfo.cis.appliance.net.pnid = "172.16.159.21"
guestinfo.cis.appliance.net.prefix = "24"
guestinfo.cis.appliance.net.mode = "static"
guestinfo.cis.appliance.net.dns.servers = "172.16.159.2"
guestinfo.cis.appliance.net.gateway = "172.16.159.1"
guestinfo.cis.appliance.root.passwd = "VMware1!"
guestinfo.cis.appliance.ssh.enabled = "true"
hard-disk.hostBuffer = "disabled"
prefvmx.minVmMemPct = 25

Notes: Perhatikan jangan sampai tanda ini ” berubah menjadi ini “ – karena ini akan menyebabkan error “Dictionary Problem” ketika VM akan dinyalakan (saya sempat mengalami ini).

  • Okay, sekarang klik Finish dan VM akan menyala. Anda akan disambut oleh logo Linux Photon sebagai based dari VMware appliance ini. Rubah IP address bisa dilakukan lagi jika diinginkan di bagian Customize System (Klik F2) di menu DCUI.
  • Lanjutkan konfigurasi vCenter dengan membuka halaman https://172.16.159.21:5480

screen-shot-2016-12-29-at-21-46-37

  • Oiya sebelumnya, lakukan pengecekan DNS terlebih dahulu untuk memastikan bahwa record telah tersimpan dan bisa di-resolve oleh vCenter. Masuk via SSH ke vCenter, lakukan nslookup checking ke DNS server.
# ssh-keygen -R 172.16.159.21
# ssh root@172.16.159.21

# nslookup vc01.lab.bicarait.com 172.16.159.2
# nslookup 172.16.159.21 172.16.159.2

Berikut ini adalah beberapa screenshots untuk konfigurasi vCenter:

  • Summary Installation vCenter:

screen-shot-2016-12-29-at-21-49-29

Berikut ini adalah beberapa hasil setelah kita melakukan konfigurasi dari vCenter:

  • Appliance Administration Web Page.

screen-shot-2016-12-31-at-00-46-04

  • vCenter Web Page

screen-shot-2016-12-31-at-00-44-43

Let’s continue postingan ini di lain waktu untuk memasukkan ESXi ke vCenter dan melakukan konfigurasi shared storage yang sudah kita buat tadi di ESXi. Lalu melakukan konfigurasi untuk virtual machines, dan lain-lain. Dan tentunya bagaimana melakukan design yang proper untuk instalasi dan konfigurasi vSphere di production. Karena men-design di Home Lab sangat jauh berbeda dengan cara kita men-design di production environment! (ex: cluster design, HA design, security design, performance design, etc)

 

Kind Regards,
Doddi Priyambodo

Mengenal release terbaru dari VMware vSphere versi 6.5

Pada bulan October 2016 kemarin VMware mengenalkan vSphere seri terbaru yaitu versi 6.5. Pada tanggal 16 November 2016 software tersebut sudah bisa di-download publicly. Well, seperti biasa banyak sekali enhancements yang dilakukan pada software virtualisasi ini pada setiap versi terbarunya yang sangat sulit dikejar oleh competitors. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Sangat mudah dan simple untuk digunakan (ex: enhancement dari vCenter)
  2. Fitur security yang “Built-In” langsung dari vSphere (ex: fitur baru VM & vMotion Encryption)
  3. Platform aplikasi yang universal (ex: optimise untuk vSphere Integrated Container)
  4. Operasi yang jauh lebih reliable (ex: enhancement dari HA, DRS, vROPS)

Para posting selanjutnya saya akan drill down lebih mendalam dan screenshots dari tampilan versi terbaru ini langsung dari my personal lab environment.

Kind Regards,
Doddi Priyambodo

Oracle Database Standard Edition 2 Compare to other Editions

If you read this blog, I also have specific part talking about Oracle Database. Several years ago actually I was also an Oracle Database Administrator for Oracle 9i, 10gR2, and 11gR2 doing operational such as architecture design, deployment, performance tuning, backup, replication, clustering, and PL/SQL programming. But, currently I found cloud technology is more interesting than on-premise database technology. So, that’s one of the reason why I move my focus to Cloud Technology (read, VMware). Anyway, now the current version of Oracle Database available is 12.1.0.2 (12cR1).

In this post I would like to elaborate more regarding new licensing scheme from Oracle since 12.1.0.2 version came. The introduction of Oracle Standard Edition 2 version. This is a brief explanation from Oracle’s license document:

Oracle Database Standard Edition 2 may only be licensed on servers that have a maximum capacity of 2 sockets. When used with Oracle Real Application Clusters, Oracle Database Standard Edition 2 may only be licensed on a maximum of 2 one-socket servers. In addition, notwithstanding any provision in Your Oracle license agreement to the contrary, each Oracle Database Standard Edition 2 database may use a maximum of 16 CPU threads at any time. When used with Oracle Real Application Clusters, each Oracle Database Standard Edition 2 database may use a maximum of 8 CPU threads per instance at any time. The minimums when licensing by Named User Plus (NUP) metric are 10 NUP licenses per server.

These are some notes for the customer after reading the statement above, and other notes:

  • Oracle Database Standard Edition 2 (SE2) will replace SE and SE1 from version 12.1.0.2
  • SE2 will have a limitation of maximum 2 socket systems and a total of 16 CPU threads*
    • *note not cores!
    • SE2 is hard coded in Resource Manager to use no more than 16 CPU threads.
  • RAC is till included with SE2 but is restricted to 2 sockets across the cluster. Therefore, each server must be single socket.
  • SE One and SE will no longer be available to purchase from 10th November 2015.
  • If you need to purchase additional DB SE and SE One Licenses you must purchase SE2 instead and install the version of 11g as required from here. Note – you must still comply with the license rules for SE2.
  • Oracle is offering a FREE license migration from SE One* and SE to SE2.
    • *SE One customers will have to pay a 20% increase in support as part of the migration.
    • SE customers face no other cost increases for license or support, subject to Named User minimums being met.
  • Named user minimums for SE2 are now 10 per server
  • 12.1.0.1 was the last SE and SE1 release
  • 12.1.0.1 SE and SE1 customers will have 6 months of patching support once SE2 12.1.0.2 is released with quarterly patches still being available in Oct 2015 and Jan 2016.

Now, compare to other versions. These are the features that is available in SE2 compare to Oracle Database Enterprise Edition:

Continue reading Oracle Database Standard Edition 2 Compare to other Editions

Download VMware Products Datasheet (Bundle and per-Item)

Initially, I don’t know why I am posting this article because this will make some redundancies to other contents in the internet. Hmmm, well maybe because some customers always ask me about the data sheets of VMware products, then I think it will be easier if I just tell them about this post rather than they google it and download them one by one.

VMware Bundle Components Datasheet:

– VMware vCloud Suite Datasheet : (Download Here)
– VMware vRealize Suite Datasheet : (Download Here)
– VMware vCloud NFV : (Download Here)

VMware per-product Components Datasheet:

– VMware vSphere : (Download Here)
– VMware vCenter : (Download Here)
– VMware vCloud Director for SP : (Download Here)
– VMware vRealize Automation : (Download Here)
– VMware vRealize Operations : (Download Here)
– VMware vRealize Business for Cloud  : (Download Here)
– VMware Site Recovery Manager : (Download Here)
– VMware NSX : (Download Here)
– VMware vSAN: (Download Here)

Notes: there are still other offers from VMware such as Cloud Foundation, vSphere Integrated Containers, vRealize Code Stream, vSphere Integrated Openstack, vRealize Log Insight, vRealize Network Insight, Workspace One, Horizon, Airwatch, etc (… please refer to http://www.vmware.com for more detail).

Conclusion:

After reading this post, now maybe some of you just know that VMware is not just vSphere ESXi + vCenter right? 🙂

Yeah, it’s the Software-Defined Data Center

VMware, a global leader in cloud infrastructure and business mobility, accelerates our customers’ digital transformation journey by enabling enterprises to master a software-defined approach to business and IT. With VMware solutions, organizations are improving business agility by modernizing data centers, driving innovation with modern data and apps, creating exceptional experiences by mobilizing everything, and safeguarding customer trust with a defense-in-depth approach to cybersecurity.

 

Kind Regards,
Doddi Priyambodo

Explanation about How CPU Limit and CPU Reservation can Slow your VM (if you don’t do a proper sizing and analysis)

In this post, I would like to share about CPU limit and CPU reservation configuration in vSphere ESXi virtualisation technology.

Actually those features are great (since the configuration also available in vCloud Director (*it will call the configuration in vCenter)). Those features are great if you really know and already consider on how to use it properly. For example, if you would like to use CPU reservation please make sure that you are not running those VMs in a fully contention/overcommitment environment. For CPU limit, if you have application that is always consume 100% of CPU even though you always give more CPU to the VM – then you can use Limit configuration to limit the usage of the CPU by that application (but, for me the Best Way is ask your Developer to Fix the Application!).

Okay, let’s talk more about CPU Limit.

Duncan Epping and Frank Denneman (both are the most respectable VMware blogger), once said that: “Look at a vCPU limit as a restriction within a specific time frame. When a time frame consists of 2000 units and a limit has been applied of 300 units it will take a full pass, so 300 “active” + 1700 units of waiting before it is scheduled again.”

So, applying a limit on a vCPU will slow your VM down no matter what. Even if there are no other VMs running on that 4 socket quad core host.

Next, let’s talk more about CPU Reservation.

Josh Odgers (another virtualisation blogger) also explained that CPU reservation “reserves” CPU resources measured in Mhz, but this has nothing to do with the CPU scheduler. So setting a reservation will help improve performance for the VM you set it on, but will not “solve” CPU ready issues caused by “oversized” VMs, or by too high an overcommitment ratio of CPU resources.

The configuration of Limit and Reservation are done outside the Guest OS, so your Operating System (Windows/Linux/etc) or your Application (Java/.NET/C/etc) do not know that. Your application will ask the resource based on the allocated CPU to that VM.
You should minimize the use of Limit and Reservation as it makes the operation more complex.

Conclusion:

Better use the feature of default VMkernel which already got a great scheduler functionality that will take fairness into account. Actually, you can use CPU share configuration if you want to prioritise the VM other than others.

But, the most important thing is: “Please Bro…, Right Size Your VM!”

 

Kind Regards,
Doddi Priyambodo