Apa itu / definisi dari Virtualisasi dan Cloud Computing?

Walaupun saat ini sudah tahun 2015, dari pengalaman interaksi saya dengan teman-teman lainnya; ternyata masih ada beberapa IT profesional yang menanyakan apa itu “Virtualisasi” dan ujungnya nanti ke pertanyaan apa itu “Cloud Computing”? Dan pertanyaan yang paling mendasar: “Apa untungnya bagi perusahaan untuk mengimplementasikan dua hal tersebut?

Jika kita tanya ke beberapa orang, browsing ke beberapa site, kemungkinan jawaban akan bermacam-macam dengan beberapa definisi yang masing-masing pasti ada benarnya juga. Tapi prinsip jawabannya kemungkinan adalah sama. Menurut saya, definisi virtualisasi dan cloud computing adalah sebagai berikut :

Saya mendefinisikan Virtualisasi sebagai abstraction/pemecahan dari sebuah computing resource dari computing resource lainnya. Yup, se-simple itu (lihat gambar di samping). Contoh: server virtualization maksudnya kita mengabstraksi/memecah operating system dari sebuah server.

Saat ini dengan adanya teknologi virtualisasi, perusahaan dapat menjalankan beberapa operating system dan beberapa aplikasi diatas hardware milik mereka saat ini, dan kebutuhan pembelian hardware baru hanya benar-benar dilakukan jija kapasitasnya memang membutuhkan untuk itu. Sudah tidak jamannya lagi perusahaan membeli server baru jika ada aplikasi baru yang harus di-deploy.

Dengan melakukan penumpukan workloads bersama-sama menggunakan teknologi virtualisasi, maka perusahaan bisa mendapatkan value yang lebih besar dari investasi hardware yang dilakukan oleh mereka. Selain dapat mengurangi biaya pembelian hardware baru (CAPEX/Capital Expenditure). Perusahaan kini juga dapat mengurangi biaya operasional (OPEX/Operational Expenditure) karena jumlah server dan jumlah hardware lainnya (ex: storage, router, etc) yang berkurang secara drastis di datacenter; dan akhirnya juga berefek ke penggunaan listrik, penggunaan pendingin ruangan, atau besarnya datacenter yang dibutuhkan. Pengurangan operational cost akan sangat signifikan. Cara ini yang biasanya disebut sebagai mekanisme “konsolidasi” resources.

Selain manfaat konsolidasi diatas, jika kita menerapkan teknologi virtualisasi, maka perusahaan juga dapat merasakan kenikmatan meningkatnya kualitas “uptime/high-availability” dari layanan anda, mekanisme disaster-recovery yang jauh lebih terencana, mekanisme monitoring asset anda yang lebih terintegrasi, pembuatan beberapa mekanisme otomasi untuk pembuatan server/layanan lain, dan belum lagi peningkatan security yang jauh lebih meningkat. Ujungnya, virtualisasi akan dapat membuat pondasi untuk mencapai konsep “Cloud Computing“.

Cloud Computing sendiri adalah sebuah konsep yang dibangun diatas filosofi dari akses network yang sangat luas, memiliki konsep resource pooling (pengumpulan resouce), memiliki kemampuan untuk memberikan layanan yang langsung bisa diakses oleh penggunanya (bukan administrator) secara langsung, layanan yang bisa diukur kualitasnya (dan bisa juga dikenai biaya berdasarkan itu), dan layanan yang sangat elastis untuk dapat mengikuti kebutuhan pengguna dengan cepat (menambah atau mengurangi resouce dengan cepat).

Implementasi teknologi virtualisasi adalah pondasi yang akan dapat membentuk konsep operasional model baru tersebut (“cloud computing”) dengan jauh lebih efektif dan efisien.

 

Kind Regards,
Doddi Priyambodo

Be Sociable, Share Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on FacebookEmail this to someone