Pengalaman Google dalam mengimplementasikan SCRUM

Berikut ini saya ingin mencuplik hasil browsing saya di Internet mengenai Scrum. Saya menemukan salah satu presentasi yang cukup baik mengenai cara Jeff Sutherland mereview pengalaman implementasi dari SCRUM di perusahaan raksasa GOOGLE.

Tolong lihat aja deh dari Original Link ini : (karena video-nya tidak bisa saya embed kesini, lagipula ada presentasinya juga disana)

http://www.infoq.com/presentations/Agile-Management-Google-Jeff-Sutherland

Summary
A retrospective on Google’s first Scrum implementation. Jeff Sutherland visited Google to do an analysis of the first Google implementation of Scrum on one of their largest distributed projects. Their strategy for inserting Scrum step by step into the Google engineering teams showed great insight and provides helpful lessons learned for all Agile teams.

Bio
Well known as the Co-Creator of the Scrum Agile Development Process which influenced the design of the other leading Agile process in the U.S., i.e. eXtreme Programming (XP). Scrum is a team organization process that brings focus, clarity, and enthusiasm to any project team in any domain.

About the conference
QCon is a conference that is organized by the community, for the community.The result is a high quality conference experience where a tremendous amount of attention and investment has gone into having the best content on the most important topics presented by the leaders in our community.QCon is designed with the technical depth and enterprise focus of interest to technical team leads, architects, and project managers.

Happy Scrumming 😀

Pentingnya Standard Operating Procedure untuk melakukan Deployment ke Production

Pada posting kali ini, kami ingin menyampaikan mengenai pentingnya Standard Operating Procedure untuk melakukan deployment dari product yang sudah selesai dalam Sprint untuk dinaikkan ke mesin produksi.

Pada mekanisme Agile, khususnya Scrum dijelaskan secara singkat mengenai mekanisme requirement, analysis design, coding, dan finalisasi produk. Tetapi tidak dijelaskan mengenai cara memasukkan barang yang sudah jadi tersebut ke dalam production. Sepintas terlihat ini adalah suatu hal yang sangat simple, tidak perlu dibesar-besarkan. Tetapi kenyataannya ini adalah hal yang paling crucial dari semua tahapan proses yang ada, karena ini adalah ujung dari proses yang sudah dijalankan sebelumnya. Jika mekanisme ini salah, maka bisnis akan terancam.

Pada i-pandawa framework, ada SOP khusus mengenai cara men-deploy aplikasi yang sudah diselesaikan (baik ini adalah BUG FIXING, atau NEW FEATURES). Intinya MINIMAL ada dua buah mekanisme yang harus disepakati, yaitu :

1. Dokumentasi Approval, yang terdiri dari : Daftar perubahan item aplikasi yang akan di publish. Mekanisme Versioning dari aplikasi yang akan di publish. Persyaratan-persyaratan lain dari Deployment Aplikasi ini (misal konektifitas dengan 3rd party, syarat QA, visualisasi versi, dll). Yang tidak kalah penting yaitu mekanisme Approval terhadap produk ini (dari Developer, QA, dan product owner (pada saat sprint review)).

2. Dokumentasi Step by Step Pekerjaan, yang terdiri dari : Siapa melakukan Apa, Dimana dilakukan, dan Kapan dilakukan serta berapa lama, serta Risk Mitigasi-nya jika terjadi kegagalan pada saat proses berlangsung.

 

Di dalam Lingkungan Kerja IT, kami lebih memilih memiliki Super Team daripada seorang Super Man!

Di dalam tim Scrum kami, “kalau boleh memilih” (kami memang bisa memilih, ‘coz life is a choice)….. Maka, kami lebih memilih untuk bekerjasama dengan orang yang memiliki perilaku SuperTeam daripada SuperMan. Jika seseorang tersebut adalah seorang SuperMan, maka yang bersangkutan harus dapat menularkan ke-”Super”-annya kepada seluruh anggota Team, sehingga team-nya juga menjadi Super :)

Mengapa kami tidak perlu seorang Superman? Karena, kami tidak ingin menggantungkan “leher” kita ke satu orang saja yang memegang seluruh “sistem” yang ada. Sehingga transparansi akan sangat penting bagi seluruh tim. Transparansi apa yang dikerjakan oleh tiap2 orang, transparansi bisnis proses yang diimplementasikan, transparansi teknologi yang digunakan, sehingga diharapkan seluruh tim memiliki pemahaman yang sama dan akhirnya akan bisa menjalankan tugas secara Cross Functional dan saling mengisi serta membantu. YES, Communication does Matter! (the ability to communicate effectively with each other is important)

Jika dilihat dari kacamata stakeholder, maka SuperTeam ini akan menjamin kelangsungan bisnis yang dijalani karena kehilangan salah satu personel (mis: sakit, cuti, dll) tidak akan mengganggu bisnis yang sedang berjalan.

Lalu bagaimana jika mekanisme ini membuat orang tersebut tidak ingin berkembang? Alasannya karena “takut” jika dia jadi SuperMan maka akan ada effort menularkan ke-”super”-annya ke anggota tim yang lain? Well, continuous improvement is really important in Scrum Environment Team. Seseorang harus berkembang, dan wajib berkembang!

Dalam setiap Retrospective Meeting selalu diharapkan ada gagasan2 baru baik dari sisi proses, metodologi, maupun teknologi. Lagipula jika seseorang menjadi seorang Superman akan sangat baik bagi yang bersangkutan, dan juga akan menjadi nilai tambah penilaian bagi perusahaan, tetapi nilai itu akan bisa dihitung/berlaku ketika dia bisa mengimplementasikan ke dunia nyata dan menularkan kepada anggota tim yang lain. Coz, we are in this together.

So, Happy Scrumming Guyz :)

Pembangunan Perangkat Lunak menggunakan Metodologi AGILE

Software Development Lifecycle (SDLC), atau pembangunan perangkat lunak adalah suatu hal yang sangat menarik untuk dipelajari karena SDLC memiliki banyak strategi dalam pelaksanaannya. Information Technology Project Management sendiri adalah suatu pembahasan yang sangat unik dan sangat dinamis. Setelah kami melakukan banyak penelitian, pelatihan, dan melakukan/pengalaman dalam pelaksanaannya, maka kami menyimpulkan bahwa dibandingkan dengan metodologi pembangunan aplikasi (software project management) yang lain seperti Waterfall, Agile lebih memiliki fleksibilitas dalam menangani perubahan. Secara garis besar, flow dari Agile adalah sebagai berikut :

Alasan utama fleksibilitas inilah membuat kami memutuskan untuk menggunakan Agile Methodology. Sebenarnya ada banyak pilihan metodologi untuk mengimplementasikan agile, yaitu Agile Modeling, Agile Unified Process (AUP), Dynamic Systems Development Method (DSDM), Essential Unified Process (EssUP), Extreme Programming (XP), Feature Driven Development (FDD), Open Unified Process (OpenUP), Scrum, Velocity tracking. Kami ingin mengkombinasikan agile ini dengan framework besar SDLC yang lebih komplit (hanya sebagai acuan referensi saja, tetapi utamanya tetap pada agile). Pilihannya ada dua buah, yaitu Microsoft Solution Framework (MSF) dan Rational Unified Process (RUP). Setelah melakukan penelitian yang cukup lama, akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan RUP yang mengimplementasikan konsep Agile Scrum di dalamnya.

Regards,
Doddi Priyambodo

My Samsung Galaxy Note

Happy New Year 2012!

Well, I am an Apple Fan Boy actually. I really love my iPod, iPad, and Apple Mac. Right now I am using Samsung Galaxy Note as my primary gadget. Why I chose this gadget? Because I have read all the reviews from the Internet and some magazines… and it sounds so amazing 🙂 And now, I think all those reviews are right 😀

So, right now I have Blackberry, Apple Mac, IOS, and Android…

Btw, because of these gadgets. I have new resolution for this 2012. I am thinking about moving my Technical Speciality to mobile applications. And keep my IT Project Management improve of course.

This is an example of Galaxy Note review in Android Magazine :

Samsung Galaxy Note Review

Regards,
Doddi Priyambodo